Ninaseptarina’s Blog

Batik

Posted on: Oktober 8, 2009


BATIK
Sumber : SUARA PERURI
Batik adalah ciri khas warisan budaya Indonesia. Batik mempunyai kisah sendiri. Batik adalah identitas Indonesia. Batik bahkan merupakan ciri khas daerah di Indonesia terutama di Pulau Jawa.
Batik dan Daerah
1. Yogyakarta dan Solo
Batik ini memiliki motif dan corak yang merupakan falsafah dan simbol. Bahkan ada tingkatan seseorang yang menggunakan batik tersebut, sebagai contoh batik keraton tidak selayaknya digunakan orang diluar keraton. Warnanya merupakan simbol, warna biru artinya bumi, coklat symbol dari api, putih adalah simbol udara dan air.
Batik Yogya dan Solo dibuat secara tradisional. Lima tipe batik yang umum adalah : wonogiren, ukel, simetris, lunglungan dan terang bulan.
Penamaan Batik : lebih banyak mencerminkan falsafah hidup antara lain dengan penamaannya, yaitu parang rusak, parang tompel, parang curigo, sidomukti, sidobagja.
Warna : hitam, coklat dan putih, biru tua.
Motif : alat ukir, garuda (pengaruh Hindu), musik, tari, wayang, banji (merupakan simbol yang berasal dari Cina mirip swastika dan dalam sansekerta berarti bahagia, panjang umur dan kaya), ceplok kawung, burung garuda, burung merak, bunga.
Corak : pedalaman.
2. Cirebon
Termasuk batik pesisir, hal ini dapat dilihat dari motif kontemporer dan penuh warna. Hal-hal yang mempengaruhi motif batik Cirebon antara lain :
– Pengaruh Cina, adanya perpaduan 2 budaya antara Cirebon dengan Cina, hal ini terjadi karena pernikahan antara Sultan Cirebon dengan Putri Cina di masa lalu.
– Pengaruh India, hal ini terjadi karena adanya perdagangan antara Indonesia dengan Bangsa Gujarat.
Penamaan Batik : jiamprang (diinspirasikan kain cinde dari India), Garuda (pengaruh batik Yogya dan Solo), mega mendung, lion, naga, gajah, burung lokcan (pengaruh Cina), kapal kompeni, basurek (kaligrafi, pengaruh Islam), buketan (dari Eropa Belanda), wadasan, desain geometric.
Warna : warnanya lebih beragam dengan adanya pengaruh beragam budaya antara lain : coklat, hitam putih, biru, merah, hijau.
Motif : lebih banyak mencerminkan alam, margasatwa.
Corak : pesisir.
3. Lasem
Termasuk batik pesisir, corak kontemporer dan penuh warna, Lasem banyak membuat batik 3 negeri (maksudnya dalam 1 lembar kain panjang terdapat 3 motif dan 3 corak ataupun 3 pewarnaan dari 3 daerahyang dipadukan menjadi selembar kain), mulai dikenal antara tahun 1870-1942. Batik Lasem sangat kental dengan budaya Cina.
Batik Lasem sangat terkenal dengan warna merah darahnya. Warna merah batik Lasem berbeda dengan warna merah batik Maduraataupun batik Pekalongan. Ini disebabkan bahan pewarna alamyang digunakan. Dengan demikian warna merahnya menjadi cirri khas daerah tersebut, sehingga menjadi kekayaan batik Indonesia, corak batik Lasem benar-benar ditulis atau diukir sendiri oleh perajinnya, bukan dicetak.
Penamaan Batik : sekar jagad, tiga negeri, tambal, sisik, pukel, klerek.
Warna : merah, biru, hijau.
Motif : naga, burung phoenix, tiger, ular, kijang, pohon, bunga.
Corak : pesisir.
4. Madura
Termasuk batik pesisir, kontemporer dan penuh warna. Pewarnaan batik Madura terkenal dari tumbuh-tumbuhan kayu jambal, kulit buah jlawe, akar mengkudu. Bahkan terkadang proses pembuatan selembar kain dapat menghabiskan waktu 8-12bulan.
Penamaan Batik : pucuk tombak, belah ketupat, dll.
Warna : kuning, merah, hijau.
Motif : bunga, dedaunan, flora dan fauna.
Corak : pesisir.
5. Pekalongan
Pekalongan sering juga disebut sebagai kota batik. Mengapa? Karena banyak home industry batik, bahkan sampai memproduksi batik-batik ciri khas daerah lainnya, tetapi diproduksi di kota Pekalongan. Termasuk batik pesisir , kontemporer dan penuh warna. Perpaduan antara budaya muslim, Cirebon, Jawa, Cina dan Eropa.
Penamaan Batik : Indo Eropa (buket bunga)
Warna : merah, biru, hitam, hijau, pink, ungu, orange.
Motif : bunga, dedaunan, storks, burung, kupu-kupu.
Corak : pesisir.
6. Banyumas
Batik Banyumas mempunyai motif-motif yang unik, motif dan corak lebih mengarah kepada tanaman.
Penamaan Batik : babon angrem, keladi, pring sedapur, cucut, jahe, tirta tedja, teratai, walang keke, bando, kantil, tangkai.
Warna : coklat, pink, biru, hitam, hijau.
Motif : tanaman dan hewan.
Corak : pesisir.
7. Tuban
Tuban lebih dikenal dengan batik dan kain tenun gedod Tuban. Proses pembatikan dilakukan setelah kain putih selesai. Proses pewarnaan mengambil dari warna alami, semua daun, pohon serta tumbuhan. Ciri khas warna batik gedog adalah warna nila agak gelap. Sedangkan motif abadi batik gedog adalah Panjiori (banyak dipengaruhu budaya Cina).
Penamaan Batik : kenongo, uleren, ganggeng, pani krentil, panji serong dan panji konang. Batik panji krentil, panji serong dan panji konang adalah batik yang dikenakan pangeran. Batik panji krentil berwarna nila, yang diyakini bias mengusir penyakit.
Warna : merah sintetis, indigo blue.
Motif : dekoratif, burung lokcan, burung lakcanang, bunga.
8. Garut
Batik Garut sebenarnya adalah batik parahyangan, yang paling bertahan dengan mengambil motif flora dan fauna.
Penamaan Batik : antanan, Jakarta, sidamukti, merak, kupu.
Warna : krem dipadu arna-warna cerah.
Motif : berdasarkan pemikiran yang melatar belakangi dalam bentuk geometrik, flora dan fauna, garis diagonal atau belah ketupat, kipas, kupu, laba-laba, meraklerengiagonal atau belah ketupat.
9. Banjarmasin
Batik Banjarmasin dikenal sebagai kain sasirangan, kain ini lebih dikenal karena proses pencelupan. Kain sasirangan ini sudah sangat dikenal dan merupakan cirri khas budaya Banjarmasin.
10. Bangka Belitung
Batik dari daerah ini sangat dipengaruhi oleh budaya Islam, sehingga ada yang bermotif kaligrafi. Warna-warna yang digunakan beragam, dengan warna-warna cerah. Ada juga dengan mereplika kain-kain lama yang pernah ada, seperti kain cual yang pernah ada kemudian dimodifikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
« Mar   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Link terkait

UG

arsip nina

%d blogger menyukai ini: