Ninaseptarina’s Blog

Nama : Nina Septarina
Kelas : 4EA03
NPM : 10208885

Masalah keselamatan berkendara dan etika berlalu lintas menjadi tema penting yang diangkat PT Astra Honda Motor (AHM) dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satu yang menjadi keprihatinan AHM, bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas umumnya disebabkan karena tidak diperhatikannya dua faktor tersebut.

Berangkat dari permasalahan tersebut, program CSR yang dilaksanakan AHM dalam tema pendidikan tahun ini mengkampanyekan masalah keselamatan berkendara dan etika berlalu lintas di SMP, SMA dan SMK. Sebagai pemimpin pasar sepeda motor di Tanah Air, AHM berharap etika berlalu lintas dapat masuk dalam kurikulum pengajaran di tingkat sekolah menengah lanjutan dan atas.

Dalam program ini, AHM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kepolisian di 9 provinsi antara lain DI Yogyakarta, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Bali, dan Sulawesi Tenggara. Target dari kampanye ini adalah mensosialisasikan Kurikulum Etika Berlalu Lintas kepada para guru sekolah.

Bagi AHM, tema pendidikan merupakan salah satu aksi sosial dari sejumlah program CSR yang dilaksanakan tahun ini. Selain pendidikan, CSR AHM juga menyasar program pemberdayaan masyarakat, kesehatan, hingga lingkungan berskala nasional.

Executive Vice President Director AHM , Johannes Loman menyatakan keselamatan berkendara merupakan salah satu perhatian utama perusahaan. Hal ini menurut dia, diimplementasikan dengan mengajarkan etika berlalu lintas kepada para siswa melalui kurikulum terintegrasi pada setiap mata pelajaran di sejumlah provinsi.

“Sosialisasi Kurikulum Etika Berlalu Lintas ini kami harapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas, budaya disiplin dan sopan santun sejak usia dini di kalangan generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.

Dalam pengembangan pendidikan keterampilan di bidang otomotif, AHM juga menyumbang 195 unit sepeda motor untuk beberapa SMK, perguruan tinggi dan Balai Lapangan Kerja (BLK). Pada tahun ini AHM juga mulai mengembangkan proyek percontohan laboratorium Honda sekaligus pengembangan kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda di 7 SMK di Pinrang Sulewesi Selatan, Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kuningan Jawa Barat, Payakumbuh dan Bukit Tinggi Sumatera Barat, Bekasi, dan Tangerang.

Masih di bidang pendidikan, AHM juga menyerahkan bantuan 472 unit bantuan komputer ke berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. “Kami berharap AHM dapat berkontribusi meningkatkan kualitas anak didik melalui, bahan ajar dan sarana praktik, khususnya di sekolah kejuruan agar siswanya lebih siap masuk dunia kerja.”

Pemberdayaan masyarakat
Di bidang pemberdayaan masyarakat, AHM tidak lagi berorientasi pada CSR bersifat charity tetapi lebih kepada program strategis untuk kesejahteraan masyarakat. AHM melaksanakan program IGA (Income Generating Activies) atau program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini diimplemetasikan dalam bentuk pemberian modal kerja untuk budi daya ikan lele kepada Karang Taruna Desa Danau Indah, Cikarang Barat dan pelatihan keterampilan pembuatan “handy-craft” cinderamata untuk kelompok PKK di Cakung Barat, Jakarta Timur.

Lalu di bidang kesehatan, sejalan dengan Millennium Development Goal, di mana kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas, AHM juga melakukan pembinaan Posyandu di bawah area Puskesmas Cikarang Barat. Program ini disebut dengan KIAS (Kampanye Ibu & Anak Sehat). Setidaknya 18 Posyandu di lingkungan Desa Danau Indah, Cikarang Barat, mendapatkan bantuan peralatan pendukung operasional serta bantuan program PMT (Pemberian Makan Tambahan).

Kemudian di bidang lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan diimplementasikan dengan melakukan beragam aktivitas berorientasi penghijauan dengan menanam 36.500 pohon antara lain 1.200 pohon di Padang, 6.000 pohon di Gunung Kidul, Yogyakarta, 9.000 pohon di Bantaran Sungai Ciliwung, dan 12.000 pohon di Jateng. Selain itu, melalui Main Dealernya, AHM telah mendistribusikan 43.600 bibit pohon untuk ditanam di berbagai wilayah di Indonesia.

“Program peduli lingkungan ini sejalan dengan kampanye program PGM-FI di mana sebagai pioneer teknologi injeksi kami berkomitmen untuk terus memproduksi sepeda motor ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” tegas Loman.

Sumber : http://www.satu-indonesia.com/index/news/228/Program%20CSR:%20Astra%20Honda%20Motor%20Peduli%20Pendidikan%20Hingga%20Lingkungan.html

Analisa :
Program CSR: Astra Honda Motor Peduli Pendidikan Hingga Lingkungan merupakan strategi pemasaran yang menguntungkan semua pihak di segala aspek. Sehingga msyarakat merasa dibantu dan diperhatikan. Dalam aspek pendidikan, AHM berkontribusi dalam menyelenggarakan kurikulum etika berlalu lintas dan memberikan sarana pembelajaran yang memadai. Dalam aspek pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, AHM memberikan bantuan kepada masyarakat berupa pemberian modal kerja yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam aspek kesehatan, AHM melakukan pembinaan Posyandu sehingga tingkat kesehatan anak bisa meningkat. Dan dalam aspek lingkungan, AHM melakukan penghijauan dengan menanam pohon, yang diharapkan dapat mengurangi polusi udara. Dengan melakukan hal-hal diatas, diharapkan masyarakat akan loyal terhadap AHM sehingga angka penjualan dapat meningkat.

Awalnya Sule digunakan sebagai model dalam iklan XL. Dipasangkan dengan Baim dan Putri Titian. Dalam iklan tersebut, ketika Baim ditanya oleh Sule apakah dia ganteng? Lalu Baim menjawab bahwa Sule jelek. Menurut saya, tidak seharusnya ada dialog seperti itu. Karena sama saja mengajarkan untuk menghina orang lain. Padahal maksud dalam iklan itu, anak kecil tidak pernah berbohong jika ditanya. Mungkin maksud XL disini ingin mencerminkan kejujuran. Sama seperti tarif yang ditawarkan XL yang jujur murahnya.
Belum lama Sule menjadi icon dari provider XL, provider AS membuat “perang” semakin meruncing dengan menggunakan Sule sebagai icon providernya. Tentu saja dalam iklan yang dibuat menggunakan Sule, provider AS menyindir provider XL. Dengan kata-kata dalam iklannya, “saya kapok dibohongi anak kecil”. Menurut saya, tidak sepantasnya berkata seperti itu. Karena kita tahu, anak kecil tidak pernah berbohong. Karena mereka masih polos. Mungkin provider AS ingin agar konsumen men-cap provider XL sebagai pembohong, dalam arti tarif yang ditawarkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Sehingga konsumen akan beralih pada provider AS.

Sumber : http://tyorosonerri.blogspot.com/2010/03/pola-dari-kepribadian-dan-gaya-hidup.html
Definisi Kepribadian
Kepribadian adalah karakteristik psikologis seseorang yang menentukan dan merefleksikan bagaimana seseorang merespon lingkungannya (Schiffman & Kanuk , 2000). Berdasarkan definisi ini maka Nampak bahwa yang ditekankan adalah karakter-karakter internal termasuk didalamnya berbagai atribut, sifat, tindakan yang membedakannya dengan orang lain.
Secara praktis konsep kepribadian dapat didifinisikan sebagai seperangkat pola perasaan, pemikiran dan perilaku yang unik yang menjadi standar respon konsumen untuk berbagai situasi. Pola ini memiliki beberapa ciri khas yaitu :
• Mencerminkan perbedaan individu
Oleh karena kepribadian merupakan kombinasi pemikiran, perasaan dan perilaku, maka kepribadian seseorang tidak akan pernah sama dengan yang lain sekalipun anak kembar. Sehingga setiap konsumen tidak akam memberikan respon yang sama untuk setiap stimuli pemasaran yang di sediakan konsumen. Bagi manajer pemasaran, kepribadian dapat digunakan sebagai acuan untuk membagi pasar dalam beberapa kelompok.
• Konsisten
Pola tersebut memiliki keteraturan dan keseragaman perilaku. Intinya seseorang bertindak dengan cara yang sama untuk berbagai situasi yang berbeda. Meskipun kepribadian bersifat jangka panjang, namun perilaku yang Nampak dapat bervariasi karena adanya pengaruh lingkungan, social budaya, psokologis dan situasional. Hal ini wajar karena kepribadian hanyalah satu dari sekian banyak factor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
• Psikologis dan Fisiologis
Kepribadian adalah konsep psikologis, namun para peneliti berpendapat bahwa kepribadian juga dipengaruhi oleh proses biologis dan kebutuhan manusia.
• Akibat dari perilaku
Kepribadian tidak saja mempengaruhi bagaimana cara konsumen bertindak dan merespon lingkungan tetapi juga cara mana yang digunakan.
• Kepribadian dapat berubah
Dalam beberapa situasi yang signifikan kepribadian dapat berubah. Seorang perempuan yang baru melahirkan anaknya akan mengalami perubahan kepribadian dari seorang gadis menjadi seorang ibu. Namun demikian perubahan kepribadian ini akan berjalan bertahap.

Kepribadian berinteraksi dengan situasi
Misalnya dalam situasi pembelian (pemenuhan kebutuhan), orang yang dogmatic tidak akan seberani orang yang inovatif dalam membeli produk baru. Sampai sekarang masih ada juga orang yang fanatic pada produk dari Negara tertentu yang dipandang sebagai Negara berteknologi tinggi dan memproduksi produk-produk yang berkualitas.
Teori-teori Kepribadian
Terdapat banyak teori tentang bagaimana sebuah kepribadian berkembang. Paling tidak terdapat 3 perspektif pada kepribadian yaitu :
1. Psychodynamic Theory
Teori ini diciptakan oleh Sigmund Freud dan merupakan tonggak awal psikologi modern. Disini dirumuskan dengan premis bahwa kebutuhan atau dorongan yang tidak disadari (unconscious need) konsumen terutama dorongan biologis dan seksual merupakan inti dari motivasi dan kepribadian. Ada tiga system yang berinteraksi didalam kepribadian manusia :
• Id merupakan pusat dari semua dorongan-dorongan primitive dan impulsive.
• Superego merupakan ekspresi individual tentang perilaku yang dibenarkan menurut norma dan etika social.
• Ego merupakan pengendalian diri yang disadari oleh individu.
Beberapa cara atau metode yang digunakan individu untuk mengatasi masalah psikologis yaitu :
• Identifikasi
Bila individu menggunakan metode ini, maka mereka akan mengadopsi metode orang lain yang telah terbukti berhasil mengatasi masalah psikologi. Misalkan menggunakan produk yang sama dengan yang biasa digunakan oleh keluarganya.
• Represi
Individu dapat mengendalikan kebutuhan fisiologis dengan membiarkan kebutuhan tersebut tak terpuaskan. Misalkan konumen menahan diri untuk tidak mengeluh ketika penjual mengecewakan.
• Displacement
Individu berupaya mengkonversikan kebutuhan fisiologisnya dalam bentuk yang lebih dapat diterima. Misalkan manggati kebiasaan merokok dengan mengkonsumsi permen rokok.
• Prosyeksi
Individu berupaya untuk menyelesaikan konflik psikologis yang dihadapinya dengan menyalahkan orang lain.
• Rasionalisasi
Individu menciptakan pemikiran rasional untuk suatu tindakan dari pada mengakui kebenaran dari tindakan tersebut. Misalkan seorang konsumen mengaku lebih menyukai Toyota Kijang dari pada Toyota Altis, karena bentuknya yang lega, namun sesunghnya ia tidak mampu membeli Toyota Altis.
2. Neo-Freudian Personality Theory
Berbeda dari pandangan Freud bahwa kepribadian bahwa kepribadian bersumber dari insting manusia secara alamiah, Karen Hornet, salah satu peneiliti teori ini mengajukan sebuah mekanisme yang dilalui individual dalam rangka mencari jalan keluar dari konflik yang menggelisahkan. Menurutnya individu dapat dibedakan menjadi 3 kepribadian yaitu :
• Compliant Individual
Individu-individu yang cenderung mendekati orang lain. Mereka memepunyai hasrat untuk dikasihi, diingini, dan dihargai.
• Aggressives Individual
Individu-individu yang cenderung menentang orang lain. Mereka mempunyai hasrat untuk berprestasi dan mendapatkan pujian.
• Detached Individual
Individu-individu yang cenderung menjauhi orang lain. Mereka suka kemandirian, kemerdekaan, kebebasan dari kebajiban.
3. Trait Theory
Trait Theory menggunakan asumsi (1) bahwa semua individu memilik karakter berbeda, (2) karakter tersebut bersifat konsisten dan dapat diukur perbedaanya antara individu yang satu dengan yang lain.
Costa dan McCrae (1992;dalam Walzuch,2001), membagi karakter manusia menjadi 5 yaitu :
1) Extraversion
Manusia memiliki karakter extraversion adalah mereka yang suka berada didunia lain selain dunia mereka. Mereka adalah manusia ekstrovert yang focus pada dunia luar, lebih bersifat social, tidak terlalu peduli dan cepat sekali berubah.

2) Neurotism
Karakter ini ditandai dengan kondisi emosi yang tidak stabil, pesimis dan kepercayaan diri yang rendah.
3) Agreebleness
Manusia yang memiliki karakter ini cenderung berkeyakinan posotif dan menghargai nilai-nilai orang lain, mereka sangat peduli pada norma-norma masyarakat. Manusia dengan karakter ini adalah mereka yang dapat sangat dipercaya.
4) Conscientiousness
Karakter ini ditandai dengan sikap bertanggung jawab, penuh dedikasi, dan dapat dipercaya. Mereka yang berkarakter conscientiousness cenderung mengambil keputusan dengan serius dan sangat hati-hati.
5) Openess to experience
Jika seseorang memiliki karakter ini maka akan nampak pada keterbukaan cara berpikir dan mau menerima konsep-konsep baru. Umumnya mereka akan membuat keputusan yang tidak konservatif.
4. Carl Jung Theory
Carl Jung berpendapat dalam psikologi terdapat 2 dimensi cara berperilaku dan 4 fungsi dasar psikologi. Dua dimensi berorientasi dan menggambarkan tentang arah aliran energy psikis taua perhatian yaitu extroversion dan introversion. Extroversion adalah energy psikis yang diarahkan untuk mewujudkan dunia luar atau sesuatu. Sedangkan introversion adalah energy psikis yang focus pada proses-proses psikis internal yang meliputi perasaan dan ide-ide pemikiran.
Empat fungsi dasar psikologi :
• Sensasi
Adalah sesuatu yang menjembatani aliran masuknya informasi kedalam benak konsumen
• Intuisi
Adalah suatu kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak nampak dan selalu berupaya untuk melihat pola dan gambaran besarnya.
• Berpikir
Merupakan tipe individu yang selalu menggunakan kempuan intelektualnya untuk melakukan berbagai pertimbangan sebelum melakukan sesuatu.
• Perasaan
Individual yang cenderung menggunakan nilai-nilai pribadi dan perasaannya dalm proses pemecahan masalah dikelompokkan oleh Jung sebagai feeling-type.
2Relevansi Kepribadian dalam Perilaku Konsumen
Dilihat dari sudut pandang pemasaran, minat terhadap kepribadian terutama adalah untuk melihat bagaimana kepribadian konsumen mempengaruhi perilakunya. Pertanyan-pertanyaan yang menantang antara lain apakah pasar dapat disegmentasi atas dasar kepribadian? Apakah ada kaitan kepribadian dengan brand yang digunakan seseorang? Bagaimana kaitan antara kepribadian seseorang dengan kesediannya untuk mencoba sesuatu produk baru atau kesediannya untuk mencoba produk luar negeri? Begitu pula dengan bagaimana kaitan kepribadian seseorang dengan pilihannya untuk berbelanja di took tertentu dan sebagainya. Jadi pemahaman terhadap kepribadian akan membantu memahami perilaku konsumen.
Ciri-ciri kepribadian membedakan antara konsumen yang inovatif dan yang tidak (Schiffman dan Kanuk, 2000), termasuk disini ciri kepribadian yang dogmatis. Orang dengan dogmatis tinggi, sulit menerima sesuatu yang baru karena keyakinan orang ini terhadap sesuatu yang sudah diketahuinya sangat kuat. Untuk mempengaruhinya, harus digunakan figure yang berkuasa, seperti selebriti dan tokoh-tokoh masyarakat yang dikagumi. Sebaliknya, orang dengan dogmatism rendah, lebih bisa menerima sesuatu yang baru. Mereka lebih bisa dipengaruhi dengan informasi produk yang menekankan pada perbedaan dengan produk lain secara factual, dan juga informasi tentang kegunaan produk.

Gaya Hidup

Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.
• Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.
• Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
• Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Kepribadian dan gaya hidup merupakan satu Kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Dimana dalam Gaya Hidup seseorang terdapat kepribadian yang bermacam-macam bentuknya yang tanpa kita sadari, 2 hal tersebut memang saling berkaitan.

Kalender

Mei 2024
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Link terkait

UG

arsip nina